Beranda » Berita » Asta Protas Jadi Arah Baru, Kemenag Alor Perkuat Langkah dan Kolaboras

Asta Protas Jadi Arah Baru, Kemenag Alor Perkuat Langkah dan Kolaboras

Kalabahi (Kemenag) — Di tengah tuntutan peningkatan kinerja dan pelayanan keagamaan, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Alor mulai menata ulang arah geraknya. Selasa (31/03/2026), Kepala Kantor Kemenag Alor, Mansur Bakri Samah, Didampingi Kepala Subbagian Tata Usaha, Sotenisn Namang Djabar, memimpin langsung rapat strategis bersama jajaran pimpinan di aula kantoK.

Rapat ini bukan sekadar rutinitas. Ini adalah titik konsolidasi untuk menyatukan langkah, menyelaraskan visi, dan memastikan bahwa seluruh program berjalan dalam satu garis yang sama.

Fokus utama pembahasan tertuju pada implementasi Asta Protas Kementerian Agama Republik Indonesia, yang menjadi arah kebijakan nasional periode 2025–2029. Delapan program prioritas menjadi fondasi, dengan sejumlah penyesuaian, termasuk penguatan pemberdayaan rumah ibadah dan pesantren berdaya sebagai pengganti program sebelumnya.

Dalam arahannya, Mansur Bakri Samah menegaskan, tantangan terbesar bukan pada perencanaan, melainkan pada konsistensi pelaksanaan.

“Selama ini kita berjalan sendiri-sendiri. Program ada, kegiatan ada, tapi tidak selalu terhubung. Akibatnya, saat diminta pertanggungjawaban, kita kesulitan. Ke depan, semua harus terintegrasi—dari perencanaan hingga pelaporan,” tegasnya.

Gema Idulfitri Kemenag Alor Berbagi Kasih, Perkuat Silaturahmi

Ia menyoroti pentingnya menyelaraskan Asta Protas dengan Rencana Hasil Kerja (RHK), sehingga setiap kegiatan memiliki pijakan yang jelas dan terukur. Dengan demikian, tidak ada lagi program yang berjalan tanpa arah, atau laporan yang tidak memiliki dasar.

Tak hanya itu, rapat ini juga menegaskan pentingnya membangun kolaborasi lintas sektor. Kemenag Alor didorong untuk tidak bekerja sendiri, melainkan menggandeng berbagai pihak—mulai dari Forum Kerukunan Umat Beragama, organisasi keagamaan, hingga komunitas masyarakat.

Langkah ini dinilai penting, terutama dalam menjaga stabilitas sosial di tengah dinamika masyarakat. Meski konflik sosial masih kerap terjadi, hingga kini Alor dinilai tetap mampu menjaga kerukunan antarumat beragama.

“Ini yang harus kita jaga bersama. Jangan sampai konflik sosial berkembang menjadi konflik keagamaan. Kuncinya ada pada dialog, komunikasi, dan keterlibatan semua pihak,” ujarnya.

Ke depan, Kemenag Alor juga merancang kegiatan dialog lintas agama yang melibatkan tokoh agama, pemuda, serta organisasi keagamaan. Dialog ini tidak hanya menjadi ruang komunikasi, tetapi juga sebagai upaya deteksi dini terhadap potensi konflik.

Selain itu, rencana kunjungan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Nusa Tenggara Timur ke Alor turut menjadi perhatian. Kunjungan ini dirancang tidak sekadar seremonial, melainkan diisi dengan dialog kebangsaan dan pembinaan aparatur sipil negara, agar mampu menghadirkan perubahan nyata, bukan sekadar kegiatan formalitas.

Di sisi lain, isu lingkungan juga menjadi bagian dari perhatian serius. Melalui program ekoteologi, Kemenag Alor mendorong lahirnya kesadaran bahwa nilai-nilai keagamaan harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup.

“Cinta kepada Tuhan harus diwujudkan juga dengan cinta kepada lingkungan. Karena dari lingkungan yang baik, lahir kehidupan yang baik, dan ibadah yang berkualitas,” ungkap Mansur.

Rapat ini pun menjadi ruang refleksi—bahwa selama ini, berbagai program telah berjalan, namun belum sepenuhnya terintegrasi. Kini, Kemenag Alor berupaya membangun pola kerja baru: kolaboratif, terarah, dan berdampak.

Dengan langkah ini, Kementerian Agama Kabupaten Alor berharap tidak hanya menjalankan program, tetapi juga menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat—menjaga kerukunan, memperkuat nilai keagamaan, dan membangun masa depan yang lebih harmonis. Pewarta dan Photografer : LukmanNM

Berita Terkait